Fase Penyembuhan dan Cara Perawatan Luka Kanker di Rumah

Wednesday, July 22nd 2020. | Lifestyle

Menurut Hoplamazin, luka kanker merupakan kerusakan pada integritas kulit yang menyebabkan infiltrasi sel kanker. Luka kanker adalah luka kronik yang memiliki pengaruh terhadap kanker stadium lanjut. Luka kanker juga didefenisikan sebagai infiltrasi sel tumor yang mampu merusak lapisan dermis dan epidermis oleh deposisi maupun proliferasi sel ganas yang memiliki bentuk yang tidak beraturan atau menonjol dengan benjolan keras, mudah terinfeksi, menyerupai jamur dan mudah berdarah hingga cairan yang berbau sehingga dibutuhkan perawatan luka kanker di rumah.

Luka KankerLuka kanker payudara merupakan luka kronik yang menjadi sulit untuk sembuh penyebabnya merupakan penurunan produksi kolagen, penurunan fibroblas serta kurangnya angiogenesis kapiler. Luka ini biasanya terjadi pada hipoksia yang menjadi jaringan nekrotik. Gejala dari luka kanker payudara ditandai dengan perubahan ukuran dan bentuk dimana terjadi pembengkakan, rasa nyeri dan gatal. Pada area puting terdapat cairan seperti darah dan pada bagian kulit payudara terdapat perubahan warna kulit dan berkerut. Luka kanker kulir merupakan pertumbuhan sel kanker ganas yang menjadi tidak terkendali. Setiap orang memiliki resiko mengalami kanker kulit karena disebabkan oleh catatan kesehatan keluarga yang mengalami kanker kulit dan memiliki kulit yang sensitif bila terkena sinar ultraviolet dan semakin gelap warna kulit maka akan semakin tinggi pigmen yang meminimalisir resiko.

Berikut adalah gejala luka kanker:

  • Malodor adalah sensasi yang dirasakan oleh reseptor yang terdapat pada bagian belakang hidung sehingga menjadi sumber bau nyengat untuk pasien, keluarga dan petugas kesehatan.
  • Eksudat merupakan cairan yang menjadi filter pada sistem peredaran darah di bagian area peradangan, komposisi yang bervariasi terdiri atas zat terlarut dan air pada sirkulasi utama seperti darah yang memiliki sel darah putih, protein plasma dan trombosit darah.
  • Nyeri merupakan keadaan yang membuat seseorang mengalami perasaan emosional tidak menyenangkan sehingga akan mengalami kerusakan potensia maupun aktual.

Untuk menangani malodor pada luka kanker dapat menggunakan pengontrol bau pada balutan dengan kandungan charcoal. Dapat juga menggunakan terapi antibiotik sehingga efektif dalam membunuh bakteri dan sebaiknya mencuci luka dengan NaCl 0,9% maupun air hangat untuk menurunkan iritasi. Untuk menangani eksudat maka dapat menggunakan balutan yang memiliki absorbsi eksudan namun area luka harus tetap dijaga kelembabannya. Jika menyembuhkan luka maka dapat menggunakan anelgesik namun penggunaan balutan yang tidak memberikan rasa lengket maupun lembab. Pemberian anelgesik dapat diberikan setiap kali balutan diganti dan pemberian morphin dapat digunakan bila anelgesik konvensional yang tidak memberikan respon positif.

Berikut adalah fase penyembuhan untuk luka kanker:

  • Fase inflamasi yang menyebabkan terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah dan vasodilatasi dan menimbulkan eksudat meningkat dan cairan luka.
  • Fas proliferasi yang panjang dimana penurunan fibroblast dan menurunnya produksi kolagen serta angiogenesis kapiler.
  • Fase maturasi yang terjadi sebelum 3 minggu dan akan mencapai kekuatan maksimum hingga 12 minggu pada jaringan sebelum luka.

Perawatan luka kanker di rumah adalah dengan menghindari pembekuan darah. Untuk menghindari hal ini maka sebaiknya tidak terus melakukan rebahan karena akan menyebabkan resiko pembekuan darah. Maka sebaiknya lakukan sedikit olahraga sehingga akan membuat aliran darah tetap lancar. Dalam mengurangi resiko infeksi sebaiknya jangan melepaskan plester pada bagian yang mengalami luka sayatan dan sebaiknya menggunakan shower untuk mandi dibandingkan dengan berendam. Beberapa perawatan ini akan mempercepat penyembuhan luka dan membuat luka cepat kering.

tags: ,