Penyakit Anthrax Diduga Jangkiti Belasan Warga Kulonprogo Yogyakarta

Saturday, January 21st 2017. | Lifestyle

Penyakit Anthrax sepertinya menjadi salah satu isu kesehatan yang cukup ramai diperbincangkan saat ini. Betapa tidak, hal ini berawal dari terjangkitnya sekitar 16 penduduk di Desa Purwosari Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta oleh penyakit ini. Terungkapnya penyakit ini adalah ketika salah satu dari penderita penyakit ini terluka dan menurut hasil cek laboraturium diketahui bahwa di dalam tubuh pasien tersebut terdapat bakteri bernama Bacillus Antrachis tepatnya di bagian yang luka tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulonprogo, Astungkoro mengkonfirmasi dengan menyatakan bahwa hal ini benar adanya.

“Awalnya ketika ada warga yang tangannya terluka. Setelah dicek ke laboratorium ternyata mengarah ke anthrax,” jelas Astungkoro seperti dilansir laman Viva, Rabu (18/1/2017).

Pada akhir 2016 yang lalu, kasus serupa sebenarnya juga telah ditemukan di kabupaten Kulonprogo. Dimana pada saat itu, disebutkan penyebaran virus anthrax ini sendiri disebabkan oleh adanya sapi yang sakit kemudian di potong dan dikonsumsi oleh warga sekitar.

Setelah menyantap danging sapi tersebut, beberapa warga pun terindikasi terkena bakteri yang menyebabkan penyakit Anthrax ini. Pada umumnya Bacillus Antrachis yang merupakan bakteri penyebab penyakit anthrax hanya menyerang beberapa hewan ternak seperti sapi saja.

Pihak Dinas terkait pun sudah mengambil tindakan dengan menyemprotkan anti bakteri kepada para ternak sapi yang ada disana untuk mengatasi masalah penyakit sapi gila tersebut. Kemudian mengenai belasan warga yang diduga terinfeksi penyakit itu pun sudah melewati penanganan kesehatan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Akan halnya pencegahan penyebaran bakteri anthrax ini, Astungkoro pun menghimbau kepada warganya untuk tidak menyembeli dan mengkonsumsi sapi ternak mereka yang sedang sakit. Jika hewan ternak tersebut mati, maka akan lebih baik jika dikubur dan meminimalisir terjadinya penyebaran bakteri anthrax tersebut.

“Jika ada hewan peliharaan yang mati segera dikubur termasuk kotorannya. Siapkan lubang sedalam dua meter sedangkan hewan yang sehat dipisahkan,” jelas Astungkoro.

tags: ,